Jumat, 27 Maret 2009

Adab Dzikir Berjamaah, Cara Khusyu Dalam Berdzikir


Diambil dan disarikan dari Sohbet Sultyhanul Awliya Mawlana Syaikh Nazim an-Naqshbandi qs, dari Adab Dzikir Syaikh Abdul Khalik al-Gujdwani qs, Abdul Wahab as-Syaroni qs


Audzu billahiminas syaithonir rojim,

Bismillahir Rohmaa nir Rohim

Allahumma sholli ala Sayidina Muhammad wa alaa ali Sayidina Muhammad saw


Ada 20 Adab dalam berdzikir, yang terbagi dalam Lima adab sebelum dzikir, 12 adab selama berdzikir dan 3 adab setelah dzikir


Lima adab sebelum Berdzikir :


1. Bertaubat ( astagfirullah ha adzim wa atubu ilaykh)

2. Mandi Tobat, atau mengambil wudhu

3. Memakai pakaian halal dan bersih, pakaian putih menolak energi negatif. meskipun di dzikir naqshbandi bukan kewajiban untuk pakai putih, bebas warnanya.

4. Menyatukan diri bersama Syaikh Mursyid ( dalam seri meditasi dikatakan mahabah, hudur kemudian fana). Fana fi syaikh, fana fi rasul fana fillah.

5. Mulai menyendiri untuk berdzikir kalbu ( Allah...Allah sesuai detak jantung. Dalam Buku Meditasi Sufi disebut Soul Meditation)


12 Adab Selama Berdzikir


1. Duduk ditempat yang bersih (sajadah)

2. Memejamkan mata selama dzikir untuk menutup indra lahiriah menuju indra batiniah

3. Menggelapkan ruangan dan pilih tempat dzikir yang tidak berisik, suasana tenang

4. Mewangikan mengharumkan ruang akan menolak energi negatif, dan pakailah wewangian disekujur tubuh dan pakaian kita. Harumkan mulut dengan Siwak, untuk mengeluarkan enrgi negatif dari mulut.

5. Menyatukan diri dengan Mursid ( selalu membayangkan kehadiran mursid dan ini adab yang sangat ditekankan, menyatukan koneksi diri dengan Syaikh Mursyid yang Wali Allah, berarti menyatukan diri dengan Rasulullah saw, hal ini yang menyebabkan kita menjadi khusuk, pikiran kita bukan pikiran kita lagi.


Ketika pikiran buruk menyelinap lagi, maka ucapkan audzubillah himinas syatonir rojim. Ketika solat dan dzikir sering pikiran buruk menghinggapi kita, maka Sulthanul Awliya Mawlana Syaikh Nazim qs dan Mawlana Syaikh Hisyam qs berulang mengatakan untuk mengucapkan Audzubillah himinas syaithonir rojim dan Bismillahir Rohmaanir Rohim 40 x sehari ( Baca buku Awas Setan tulisan Mawlana Syaikh Nazim qs, di Haqqani Sufi Institut Indonesia d/a Rumi Cafe, Jl Iskandarsyah Raya Kav 12 No 3B, Jakarta Selatan).


6. Mengucapkan dzikir La ilaha ilallah sesuai dengan bacaan Qur'an, baca bacaan dzikir dengan ikhlas karena hal ini merupakan kekuatan pembersihan hati, dan baca dengan benar dengan penuh kesungguhan. Memahami setiap kata-kata dzikir dengan satu hati disetiap ketukan irama dzikir.


7. Duduk seperti tasyahud awal atau bila tidak kuat boleh dengan duduk bersila. Duduk dengan adab pertama lebih tinggi nilainya.


8. Tangan membentuk Allah, dimana jari telunjuk dan ibu jari disatukan, kaki dirapatkan


9. Ketika dzikir sendiri maka menghadap kiblat, sedangkan ketika berjamaah maka membentuk lingkaran. Pria dengan pria, wanita dengan wanita.


10. Ketika Dzikir Berjamaah maka suara dikeluarkan dengan keras tetapi lembut/halus dan tidak mengeraskan melebihi imam dzikir, sehingga tetap bisa mendengarkan ketika imam dzikir mengganti setiap perubahan jenis dzikir Asma Allah. Kekerasan suara akan mengisi setiap sel ditubuh kita dengan Asma Allah dan salawat, maka energi yang dihasilkan bergantung juga dengan niat kita ketika mengeraskan dzikir. Maksudnya adalah jangan malas dengan bersuara seadanya tidak dengan semangat. Kerjakan dengan Ikhlas.


11. Menolak apapun selain Allah.


12. Jangan berdzikir seperti yg kita sukai tetapi berdzikirlah sesuai apa yg Syaikh ajarkan dan yang Syaikh sukai. Karena segala yang Syaikh sukai berarti berasal dari qalbu Rasulullah saw. Maka dalam hadist dikatakan berdzikirnya murid dengan guru-gurunya. Mawlana Syaikh Nazim qs dan Mawlana Syaikh Hisham qs adalah orang yang ikhlas maka ketika kita berdzikir dengan beliau, bagaikan broadcast yang besar yang akan membawa keseluruhan murid-murid beliau.


Tiga Adab setelah Dzkir


1. Diam sejenak setelah dzikir dengan Khusyu dan tetap tawadhu, tafakur setelah dzikr bernilai seperti 30 tahun Riyadoh, seperti 30 Tahun mujahadah. Laporkan setiap inspirasi yang datang selama dzikir hanya kepada syaikh, diam sejenak ini adalah menunggu warid/ilham ilahiah dari wirid (dzikir) yang kita bacakan.


2. Tahan antara 3 hingga 7 tarikan nafas, bersihkan diri kita dengan Hu Allah Hu. Untuk membuang / membersihkan dan memutuskan setiap karakter buruk dan inspirasi vison dari syaithan. Kerjakan hal ini setidaknya 7 kali dan nantinya semakin lama semakin panjang.


3. Tidak segera meminum minuman, karena panasnya dzikir sedang membersihan kekotoran hati kita, sedang menyemir dan mengkilapkan hati kita.Tunggulah antara 10-15 menit barulah bisa minum.


Adab ini juga bisa dilakukan selama Hadrah. Bihurmati Habib, bi Hurmati Sulthanul Awliya Mawlana Syaikh Nazim qs, Bihurmati Mawlana Syaikh HIsham Kabbani qs, Fatihah.Wa min Allah at Tawfiq

Kamis, 26 Maret 2009

Apa yang Terjadi pada saat Sujud setelah Salat Najat?


Syekh Hisyam Kabbani QS

Fenton, 29 September 2008

(dari buku Traces of The Light)


A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim

Bismillaahir rahmaanir rahiim

Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil anbiyaai wal mursaliin, Sayyidinaa Muhammadiw wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Ketika kita melakukan Salat Najat, dan kemudian kita melakukan sujud, apa yang terjadi? Adakah sesuatu yang terjadi dengan mata kalian? Apakah kalian melihat kilatan cahaya di mata kalian ketika sujud? [ya], siapa yang mengatakan “ya”? Coba cek diri kalian, ketika sujud. Ketika kalian sujud, kalian menutup mata kalian, lalu ada seperti kilat yang datang ke mata kalian. Kalian tidak memperhatikan. Jika kalian memperhatikan, kalian dapat melihatnya. Ketika kalian menutup mata kalian lalu kalian sujud, bukan ketika salat dan sujudnya cukup lama, misalnya 10 menit, kalian akan melihat kilatan cahaya, seperti lampu kilat pada kamera, kilatan itu datang dan pergi, datang dan pergi. Itu adalah salah satu dari level pertama yang akan membawa kalian menuju hadirat Nabi SAW. Mereka meluncurkan kilatan cahaya itu pada kalian, dan jika kalian mengikutinya kalian akan sampai di sana. Dan itu pasti terjadi, bila kalian benar-benar memfokuskannya. Cobalah!


Ini adalah salah satu rahasia, yang Mawlana bilang, “Keluarkan (tentang rahasia ini).” Jadi bila kalian tetap fokus, kalian akan melihat bahwa kilatan cahaya itu akan semakin bertambah, mereka datang, pergi, datang dan pergi. Barangkali dua atau tiga kilatan yang datang. Atau bisa saja kilatan yang terus-menerus. Ia berkelap-kelip bagaikan menara. Cahaya itu berkelap-kelip untuk menunjukkan arah yang harus kalian ikuti. Pada saat itu, kalian harus tahu bahwa Syekh kalian membawa kalian ke hadirat Nabi SAW. Jika kalian fokus dengan baik, ia akan terus berlangsung dan tiba-tiba kilatan raksasa akan datang dan kalian berada di sana .


Kita memohon kepada Allah SWT untuk memperlihatkan hal itu kepada kita dan agar kilatan itu terus mendatangi kita, membuka kita agar kita mampu melihat apa yang kita perlukan, agar kita terbimbing. Kita tidak ingin menyombongkan diri dengan segala dosa kita dan mengatakan bahwa kita sudah ada di sana (di hadirat Nabi SAW). Tidak demikian. Kita ingin agar mereka membawa kita.[]


versi cetak dimuat di Ahl Haq Mingguan edisi 04


Minggu, 15 Maret 2009

Program Paket Attunement Energi Enlightment Gel. ke 3


A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Assalamu'alaikum Wr Wb.
Alhamdulillah Program Attunement Energi Enlightment massal pada tanggal 30 Desember 2008 telah terlaksana dengan baik, dengan diikuti oleh 16 peserta dan Attunement Energi Enlightment Gelombang ke-2 pada tanggal 15 Januari 2009 , dengan diikuti oleh 5 peserta.

Mengingat banyaknya permintaan dari para calon peserta lainnya yang ingin ikut Program ini, maka saya berniat insya Alloh untuk menyelenggarakan Program Paket Attunement Energi Enlightment Gelombang ke 3 jarak jauh, pendaftaran Insya Alloh akan dibuka mulai hari Senin 16 Maret 2009. Waktu pengambilan Attunement bisa menyesuaikan dengan jadwal masing-masing pemohon.

Energi Enlightment merupakan energi ilahi yang bersumber dari Alloh SWT yang dapat kita akses dan kita manfaatkan untuk kemaslahatan (kebaikan) diri, keluarga dan seluruh makhluk hidup serta bermanfaat sebagai stimulan atau katalisator dalam proses pencerahan dan kesadaran diri untuk lebih mengenal diri sendiri dan mendekatkan kepada Alloh SWT. Sifat Energi Enlightment ini lebih menitikberatkan ke aspek energi spiritual, dimana nantinya energi spiritual ini akan menjadi stimulan dan katalisator utk mengaktifkan energi alam semesta yang dapat kita olah untuk mengaktifkan, membersihkan cakra-cakra tubuh kita, sehingga akan terjadi sinkronisasi dan keseimbangan (balancing) energi yang akhirnya akan meningkatkan pencerahan.

Level Energi Enlightment
Dalam setiap level Energi Enlightment terdapat Attunementnya sendiri-sendiri dengan kekuatan power disesuaikan dengan levelnya masing-masing.

Energi Enlightment Level DASAR
Materi yang akan diajarkan/didapatkan :
a. Attunement Energi Enlightment Level Dasar
Meditasi Energi Enlightment Level Dasar
Self Healing Energi Enlightment Level Dasar
b. Attunement Buka Cakra (ABC) Level 1
Meditasi Buka Cakra Level 1
Self Healing Buka Cakra Level 1
c. Attunement Buka Cakra (ABC) Level 2
Meditasi Buka Cakra Level 2
Self Healing Buka Cakra Level 2

Energi Enlightment Level MADYA
Materi yang akan diajarkan/didapatkan :
a. Atunement Energi Enlightment Level Madya
Meditasi Energi Enlightment Level Madya
Self Healing Energi Enlightment Level Madya

b. Attunement Buka Cakra (ABC) Level 1
Meditasi Buka Cakra Level 1
Self Healing Buka Cakra Level 1c.

c. Attunement Buka Cakra (ABC) Level 2
Meditasi Buka Cakra Level 2
Self Healing Buka Cakra Level 2

d. Attunement Buka Cakra (ABC) Level 3
Meditasi Buka Cakra Level 3
Self Healing Buka Cakra Level 3

e. Attunement Buka Cakra (ABC) Level Master
Meditasi Buka Cakra Level Master
Self Healing Buka Cakra Level Master

Energi Enlightment Level AHLI
Materi yang akan diajarkan/didapatkan :
a. Attunement Energi Enlightment Level Ahli
Meditasi Energi Enlightment Level Ahli
Self Healing Energi Enlightment Level Ahli

b. Attunement Buka Cakra (ABC) Level 1
Meditasi Buka Cakra Level 1
Self Healing Buka Cakra Level 1

c. Attunement Buka Cakra (ABC) Level 2
Meditasi Buka Cakra Level 2
Self Healing Buka Cakra Level 2

d. Attunement Buka Cakra (ABC) Level 3
Meditasi Buka Cakra Level 3
Self Healing Buka Cakra Level 3

e. Attunement Buka Cakra (ABC) Level Master
Meditasi Buka Cakra Level Master
Self Healing Buka Cakra Level Master

f. Attunement Meditasi Dzikir Qalbu (MDQ)
Meditasi Dzikir Qalbu HarianEnergi Enlightment Level MASTER
Materi yang akan diajarkan/didaatkan :
a. Attunement Energi Enlightment Level Master
Meditasi Energi Enlightment Level Master
Self Healing Energi Enlightment Level Master
b. Attunement Buka Cakra (ABC) Level 1
Meditasi Buka Cakra Level 1
Self Healing Buka Cakra Level 1
c. Attunement Buka Cakra (ABC) Level 2
Meditasi Buka Cakra Level 2
Self Healing Buka Cakra Level 2
d. Attunement Buka Cakra (ABC) Level 3
Meditasi Buka Cakra Level 3
Self Healing Buka Cakra Level 3
e. Attunement Buka Cakra (ABC) Level Master
Meditasi Buka Cakra Level Master
Self Healing Buka Cakra Level Master
f. Attunement Meditasi Dzikir Qalbu (MDQ)
Meditasi Dzikir Qalbu Harian
g. Attunement Hikmah Cahaya Enlightment (AHCE)
Meditasi Hikmah Cahaya Enlightment
Self Healing Hikmah Cahaya Enlightment

Kepada Anda yang berminat ingin mengikutinya, silakan kirim biodata : nama lengkap, umur (tgl lahir), alamat tinggal, jenis paket program attunement yg ingin diikuti, melalui email saya di : kencana_bayuaji@yahoo.com atau kirim ke sms : 08882590271. Disarankan agar meng-sms-kan biodata tersebut ke no HP saya, walaupun sudah kirim via email.Pendaftaran dibuka mulai hari Senin 16 Maret 2009.

Demikian informasi dari kami, mohon doa restunya, dan mohon maaf bila ada hal yang kurang berkenan.semoga barokah..al Fatehah..

Wassalam,

Kencana Bayu Aji
08882590271
kencana_bayuaji@yahoo.com
http://www.energienlightment.blogspot.com/

Account Number No. Rekening : 136-00-0406549-3 Bank Mandiri Cabang Mpu Tantular Semarang, atas nama : Kencana Bayu Aji

Donasi seikhlasnya dapat Anda kirimkan ke nomor rekening tersebut untuk pengembangan keilmuan secara berkelanjutan, semoga barokah. Al Fatehah.

Quantum Dzikir Untuk Kesehatan

"Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram". (QS. Ar Rad : 28)

Berdasarkan penelitian Dr. Herbert Benson dari Fakultas Kedokteran Harvard University menjelaskan bahwa ibadah dan keimanan kepada Allah memiliki lebih pengaruh baik kepada manusia. Menurut Benson tidak ada keimanan yang banyak memberikan kedamaian jiwa sebagaimana keimanan kepada Allah. Menurutnya, bahwa jasmani dan ruhani manusia telah dikendalikan untuk percaya kepada Allah.

Menurut penelitian David B. Larson dan timnya dari The American National Health Research, diantaranya perbandingan yang taat beragama dengan yang tidak taat beragama untuk sakit jantung 60% lebih rendah dan bunuh diri 100% lebih rendah dari pada yang tidak taat beragama. Sementara itu Prof. Dr. Dadang Hawari, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyatakan bahwa berdoa dan berdzikir merupakan bentuk komitmen keagamaan seseorang yang merupakan unsur penyembuh penyakit atau sebagai psikoterapeutik yang mendalam. Doa dan dzikir merupakan terapi psikoreligius yang dapat membangkitkan rasa percaya diri dan optimisme yang paling penting selain obat dan tindakan medis.

Berkaitan dengan itu , doa dan dzikir merupakan komitmen keimanan seseorang. Doa adalah permohonan yang dimunajatkan ke kehadirat Allah SWT. Dzikir adalah mengingat Allah SWT dengan segala sifat-sifat-Nya.Secara umum dzikrullah adalah perbuatan mengingat Allah dan keagungannya dalam bentuk yang meliputi hampir semua ibadah, perbuatan baik, berdoa, membaca Al Quran, mematuhi orang tua, menolong teman yang dalam kesusahan dan menghindarkan diri dari kejahatan dan perbuatan dzalim. Dalam arti khusus dzikrullah adalah menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya dengan memenuhi tatatertib, metode, rukun dan syarat sesuai yang diperintah oleh Allah dan rosulnya.

Dzikir dibagi tiga.

Pertama, dzikir atas dzatnya, yakni pengucapan "laa ilaaha illallaah". Kalimat ini untuk menyeimbangkan dan menselaraskan hati dengan Sang Pencipta.

Kedua dzikir atas ilmunya, yakni pengucapan Muhammadar Rosuulullah. Allah memberikan pengetahuan dengan perantaraan Rosul SAW. Melalui beliau dituturkan kepada yang berhak mendapatkan petunjuk. Ali R.A. adalah penghubungnya atau wasilah, sesuai hadits "Aku adalah kotanya ilmu, dan Ali adalah pintunya".

Ketiga, dzikir atas af'al-Nya, yakni pengucapan "Fi kulli lamhatin wa nafasin Adada maa wasi'ahuu 'Ilmullah (sebanyak kedipan dan nafas mahluk, serta seluas Ilmu Allah).

Pengungkapan dzikir tersebut merupakan kalimat tafakkur atas penciptaan Allah berupa gerak nafas dzikir seluruh mahluk-Nya baik yang tidak terlihat. Penghayatan dzikir ini sesuai dengan firman Allah "Yakni orang-orang yang berdzikir kepada Allah dengan berdiri, duduk dan berbaring dan bertafakkur tentang penciptaan langit dan bumi." (QS. Ali Imran: 191)

Konsep penghayatan dzikir tidak berhenti pada pengucapan dan pelantunan dzikir semata, tetapi sentuhan jiwa kepada Allah Yang Rahman dan Rahim menjadi cermin utama dalam menyikapi berbagai keadaan dalam kehidupan.

Allah SWT yang menjadi obyek pada saat kita dzikir akan berubah menjadi subyek, ketika perwujudan dan sifat-sifat Allah yang tampak pada setiap ciptaan-Nya mengambil tempat pada sikap dan perilaku yang berdzikir. Dengan bertafakkur pada kondisi demikian, kesadaran terhadap luasnya ilmu Allah akan tampak begitu nyata.

Dzikir kepada Allah bukan hanya semata-mata mengucapkan Asma Allah didalam lisan atau di dalam pikiran dan hati. Akan tetapi dzikir kepada Allah adalah ingat kepada Asma, Dzat, Sifat dan Af'al-Nya. Kemudian memasrahkan kepada-Nya hidup dan mati, sehingga tidak ada lagi rasa khawatir, takut maupun gentar dalam menghadapi segala macam mara bahaya dan cobaan.Berserah diri menjadi kata kunci dalam memasuki pengalaman untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Berserah diri tidak mungkin bila kita masih memiliki ego tentang diri kita masing-masing.Hati bagaikan cermin. Setiap kali kita melakukan dosa maka ibarat debu yang menempel pada cermin. Ketika hati kita sudah bersih, alampun menyambut dengan seluruh aliran energi yang ada di permukaannya. Pada akhirnya masalah bukan lagi hal yang menakutkan, akan tetapi justru menjadi bumbu yang harus diramu menjadi energi untuk hisup. Energi yang mengalir dengan benar maka akan membawa keselarasan dalam hidup kita. Energi yang kita alirkan pada arah yang keliru, akan menghasilkan kerusakan seluruh dimensi kehidupan kita.

Psikoterapi Dzikir dan DoaPsikoterapi dzikir dan doa dapat dijadikan psikoterapi untuk pengobatan keguncangan jiwa, kecemasan dan gangguan mental. Dzikir dan doa adalah metode kesehatan mental. Dengan berdzikir dan berdoa orang akan merasa dekat dengan Allah SWT dan berada dalam perlindungan dan penjagaannya. Dengan demikian akan timbul rasa percaya diri, teguh, tenang, tenteram dan bahagia.

Tahap Psikoterapi Doa

1. Tahap kesadaran Sebagai Hamba
Pada tahap ini adalah tahap pembangkitan kesadaran. Kesadaran sebagai hamba dan kesadaran kelemahan manusia. Sebelum berdoa seorang hamba diharuskan untuk merendahkan diri kepada Allah. Pada kesadaran ini seseorang disadarkan akan gangguan kejiwaan atau penyakit sebagai bagian diri kemudian dimintakan kesembuhan kepada Allah.

2. Tahap Kesadaran Akan Kekuasaan Allah
Kesadaran akan kekuasan Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, Yang memberi Kesembuhan akan sesuatu penyakit. Tahap ini menumbuhkan keyakinan kita kepada Allah atas kemampuan Allah dalam menyembuhkan.

3. Tahap Komunikasi
Berkomunikasi dengan Allah adalah suatu hal yang penting, tahap ini bisa berupa pengakuan dosa. Dengan hati yang bersih maka kontak dengan Allah akan lebih jernih.Pengungapan kegundahan hati dan kesulitan yang dihadapi akan menumbuhkan rasa dekat dengan Allah.

Permohonan doa kesembuhan terhadap apa yang dialami, jangan memaksakan kehendak agar Allah mengabulkan.

Tahap menunggu dan diam, namun hati tetap mengadakan permohonan kepada Allah. Pada tahap ini kita pasrah kepada Allah dan mengikuti kemauannya Allah dan apa kehendak Allah. Maka dengan sikap ini diharapkan akan dapat menangkap jawaban Allah.

Proses Terapi Doa
1. Tumbuhkan niat dalam diri untuk disembuhan oleh Allah.
2. Rilekskan tubuh, kendorkan dari mulai kaki hingga kepala, jangan ada ketegangan otot.
3. Sadari kesalahan yang dirasakan, amati keluhan itu, ikuti dengan kesadaran bahwa kita lemah, tidak berdaya dan tidak memiliki kemampuan apa-apa.
4.Sadari kebesaran Allah melalui alam ciptaan-Nya, Dia yang memberi hidup dan mati, Dia yang memberi sembuh dan sakit.
5. Ungkapkan seluruh keluhan yang dirasakan kepada Allah.
6. Mintakan kesembuhn kepada Allah
7. Tetap rilek dan masih pada posisi memohon kepada Allah
8. Pasrah kepada Allah sertai dengan keyakinan bahwa Allah menjawab doa yang dipanjatkan.
9. (Menunggu jawaban doa, diam namun tetap ingat memohon kepada Allah)

Proses Relaksasi Dzikir untuk Mengobati Insomnia
1. Ambil posisi tidur telentang yang paling nyaman
2. Pejamkan mata dengan perlahan-lahan, jangan dipaksakan agar otot disekitar mata tidak tegang.
3. Lemaskan semua otot. Mulai dari kaki, betis, paha dan perut. Gerakkan bahu beberapa kali agar rileks.
4. Bernafas dengan wajar, dan ucapkan dalam hati frase yang akan diulang, umpamnya "Subhanallah".

Pada saat mengambil nafas ucapkan "Subhanallah" dalam hati, setelah selesai keluarkan nafas dengan mengucapkan "Allah" dalam hati.
Sambil terus melakukan no, 4, lemaskan seluruh tubuh disertai dengan sikap pasrah kepada Allah. Sikap ini menggambarkan sikap pasip yang diperlukan dalam relaksasi, dari sikap pasip ini akan memunculkan efek relaksasi ketenangan yang luar biasa.

Selamat mencoba..

Aura

Aura adalah medan energi bersifat multidimensional yang menyelubungi tubuh manusia dan makhluk lainnya, aliran energi aura disuplai oleh cakra, sedangkan cakra mengumpulkan energi dari medan energi alam atau energi Ilahi.

Ilmu pengetahuan modern saat ini memiliki kemampuan untuk membuktikan adanya medan energi manusia. Teknologi yang membuktikan medan energi manusia dikenal sebagai gelombang elektromagnetik tubuh yang dikenal dengan sebutan aura1).

Mesin aura ditemukan pada tahun 1935 oleh peneliti Rusia bernama S. Kirlian. Tetapi mesin generasi pertama itu baru bisa mengukur dan membuktikan energi sinar elektromagnetik tubuh sebatas pada jari tangan dan kaki saja, itupun baru dapat melihat medan energi berwarna putih, yaitu aura eterik.

Guy Coggin, ilmuwan asal Perancis berhasil mengembangkan mesin berteknologi yang lebih maju pada tahun 1987 dan memperkenalkan alat pengukur gelombang elektromagnetik tubuh pada dunia. Hal ini disebut Progen Aura dengan tehnik memadukan foto polaroid.
Dengan mesin tersebut kita bisa melihat gelombang elektromagnetik tubuh dalam sebuah foto yang memperlihatkan aura seseorang berdasarkan warna yang terekam di dalamnya. Hasilnya adalah warna-warna aura tubuh yang didasarkan pada emosi, yaitu foto aura emotional body. Fisslinger, seorang berkebangsaan Jerman kembali mengembangkan mesin tersebut dengan memadukan bersama seperangkat komputer.

Pada tahun 1998, Fisslinger meluncurkan sebuah alat yang sangat mengagumkan dan banyak manfaatnya untuk umat manusia terutama bagi kesehatan. Alat itu disebut Aura Video System (AVS). Alat ini mampu menampilkan medan aura secara dinamis dan hidup di layar komputer sehingga bisa kita pantau vibrasi sinar elektromagnetik tubuh secara langsung dan jelas seperti mesin USG (ultrasonografi). Mesin ini juga bisa mendeteksi kesehatan organ-organ fisik seseorang berdasarkan auranya.

Mesin AVS, selain bisa menangkap dan memperlihatkan sinar elektromagnetik tubuh alat tersebut bisa mendeteksi dan memperlihatkan pintu atau sumber energi yang membentuk aura seseorang yang disebut cakra.

Setiap orang mempunyai frekwensi sendiri yang khas sehingga kekuatan dan intensitas medan energi tiap orang orang berbeda.

Sinar elektromagnetik tubuh bisa dilihat oleh orang yang berbakat dalam kewaskitaan, yaitu orang-orang yang mempunyai kemampuan indra keenam atau ESP (extra sensory perception)nya sudah berkembang. Karena sinar aura ini berada empat oktaf dibawah kemampuan kasat mata. Penglihatan biasa hanya mampu melihat warna pelangi, warna ungu sampai merah. Sedangkan aura berupa sinar energi dari badan halus berada di bawah warna merah termasuk FIR (far infra red ray).

====
1) Isa Jatinegara, Yoga dan Sholat, Indah Jaya Grafika, Bandung, 2007

Dalam penelitian thesis ini digunakan mesin Aura Video System, yang digunakan sebagai alat bantu untuk kemudahan pembahasan tentang ikhsan. Pembahasan aura juga dijelaskan pada Tharikat Naqshabandi Al Haqqani, bahwasannya ada beberapa tingkatan hati dan warna-warnanya : Pertama, diatas dan dibawah hati berwarna hijau. Ke dua, di atas dan di bawah dada kiri berwarna kuning, ke tiga di atas dan di bawah dada kanan berwarna hitam, ke empat satu titik di kening berwarna putih.2)

Warna-warni aura memiliki ciri emotional tertentu yang telah dikenal banyak kebudayaan dunia selama berabad-abad. Pedoman ini dapat dihubungkan sebagai dasar untuk menganalisis hubungan tersebut serta wilayah umum di tubuh yang dipengaruhi oleh warna-wana tersebut 3)
Warna-warna berkaitan dengan cakra tubuh : Cakra ketujuh roh diatas ubun-ubun warna ungu; Cakra keenam di atas kening, warna nila; Cakra kelima pikiran di kening warna biru; Cakra keempat timus, sedikit dibawah leher warna hijau; Cakra ketiga di jantung, warna kuning, cakra ke dua limfa warna orange, dan cakra pertama, kemaluan warnanya merah.

Denah warna :

Ungu:
Tingkat pencapaian kerohanian, hubungan ilahi, pengertian mistik, kesadaran kosmis. "Cahaya ungu" terletak pada kelenjar pituitari.

Nila :
Gagasan penuh ilham atau kebijaksanaan mendalam. Dapat memperlihatkan ciri kerohanian dan kebaktian, bersifat seni dan selaras dengan alam. Penguasaan diri. Terletak di kelenjar pineal.

Biru :
Kekuatan mental yang kuat, kecerdasan, pemikiran nalar. Biru cerah memperlihatkan kemampuan-kemampuan naluriah, "keluar dari suasana sedih". Gelap memperlihatkan sikap analitis yang mendalam, ciri curiga atau mental berpandangan jauh. Terpusat di otak.

Hijau :
Keseimbangan, harmoni, penyembuhan, daya memenangkan. Hijau cerah memperlihatkan sifat mudah menyesuaikan diri, banyak kecakapannya. Warna-warna yang gelap penuh tipuan, iri hati. Terletak di wilayah tiroid dan leher.

Kuning :
Kasih dan kebaikan hati, belas kasihan, optimisme, "nafas kehidupan." Warna kuning gelap dan mati membuktikan kecurigaan dan tamak, berpusat di jaringan saraf simpatik di belakang lambung dan wilayah jantung.

Orange :
Energi dan kesehatan, vitalitas fisik, kekuatan dinamis. Rasa bangga dapat timbul dari warna orange yang berlebihan dalam aura.

Orange gelap atau keruh memperlihatkan kecerdasan yang rendah. Terpusat di lambung dan wilayah limpa.

==

2)As Sayid Nurjan Mirahmadi and Dr. Hedieh Mirahmadi, Meditasi Sufi-The Healing Power of Meditation, Rabbani Sufi Institute Indonesia, Jakarta, 2008

3) Smith, Mark. Melihat Aura Dalam Waktu 60 Detik, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1997

Merah :
Kehidupan jasmaniah, vitalitas, ambisi, daya birahi. Merah keruh atau gelap memperlihatkan kecenderungan-kecenderungan ganas atau penuh nafsu, "merah karena marah" berpusat di daerah kemaluan.

Warna-warna lain :

Merah Tua :
Hawa nafsu, nafsu yang rendah, materialisme

Warna merah muda bunga mawar :
Kasih tampa pamrih, kelembutan hati, sopan santun.

Coklat :
Pelit, mementingkan diri sendiri

Emas :
Diri yang luhur, ciri-ciri yang baik, keselarasan.

Perak :
Sangat berguna, energi tinggi, perubahan terus menerus

Abu-abu :
Kemurungan, energi rendah, rasa takut

Hitam :
Jahat, culas, maksud buruk

Note Tambahan :
Ungu pada ubun-ubun, Nila di atas kening,

Biru pada kening, Hijau pada leher,

Kuning pada jantung, Orange pada limpa,

Merah pada kemaluan

Rabu, 25 Februari 2009

Penciptaan Nur Muhammad SAW

Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS
http://nurmuhammad. com/NurNabi/ creationlightofm uhammad.htm
(alih bahasa: Syaikh Sutono)

Suatu hari Sayyidina Ali, karam Allahu wajhahu, misan dan menantu Nabi Suci SAW bertanya, “Wahai Muhammad SAW, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon ceritakanlah padaku apa yang diciptakan Allah SWT sebelum semua makhluk diciptakan?”

Berikut ini adalah jawaban beliau yang indah:

Sesungguhnya, sebelum Rabb-mu menciptakan yang lainnya, Dia menciptakan Nur Nabimu dari Nur-Nya, dan Nur itu diistirahatkan haithu masyaAllah, di mana Allah SWT menghendakinya untuk beristirahat. Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir – tidak ada Lawhul Mahfuzh, tidak ada Qalam, Surga maupun Neraka, tidak ada Malaikat Muqarrabin (Angelic Host), tidak ada langit maupun bumi; tiada matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn, manusia ataupun malaikat – belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini.

Kemudian Allah SWT, Subhanallah, dengan Iradat-Nya, Dia menghendaki adanya ciptaan. Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama Dia menciptakan Qalam, dari bagian kedua Lawhul Mahfuzh, dari bagian ketiga Arsy.

Kini telah diketahui bahwa ketika Allah SWT menciptakan Lawhul Mahfuzh dan Qalam, pada Qalam itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah SWT kemudian memerintahkan Qalam untuk menulis, dan Qalam bertanya, “Ya Allah, apa yang harus kutulis?” Allah SWT berkata, “Tulislah: laa ilaha illAllah, Muhammadan Rasulullah SAW.” Terhadap hal itu Qalam berseru, “Oh, sungguh sebuah nama yang indah dan agung - Muhammad SAW- bahwa dia disebut bersama Asma-Mu yang Suci, yaa Allah.”

Allah SWT kemudian berkata, “Wahai Qalam, jagalah kelakuanmu! Nama ini adalah nama Kekasih-Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy, Qalam dan Lawhul Mahfuzh; jadi engkau juga diciptakan dari Nur-nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun.” Ketika Allah SWT telah mengucapkan kalimat tersebut, Qalam itu terbelah dua karena takutnya terhadap Allah SWT, dan tempat dari mana ucapannya tadi keluar menjadi tertutup/terhalangi dan hingga kini ujungnya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak lagi menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung. Oleh sebab itu, jangan sampai ada satu orang pun yang gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci SAW, atau menjadi lalai dalam mengikuti suri teladan beliau yang baik, atau membangkang dan meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita.

Kemudian Allah SWT memerintahkan Qalam untuk menulis. “Apa yang harus aku tulis, Ya Allah?” tanya Qalam. Kemudian Rabbal `Alamin berkata, “Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan!” Qalam berkata, “Ya Allah, dari mana aku harus memulai?” Allah SWT berfirman, “Kamu harus memulai dengan kata-kata ini, Bismillah al-Rahmaan al-Rahiim.” Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Qalam bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Lawhul Mahfuzh, dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam waktu 700 tahun.

Ketika Qalam telah menulis kata-kata itu, Allah SWT berbicara dan berkata, “Engkau telah memakan waktu 700 tahun untuk menulis tiga Nama-Ku; Nama Keagungan-Ku, Kasih Sayang-Ku dan Empati-Ku. Tiga kata-kata yang penuh berkah ini Aku buat sebagai hadiah bagi ummat Kekasih-Ku Muhammad SAW.”

Dengan Keagungan-Ku, Aku berjanji bahwa bilamana hamba mana pun dari ummat ini menyebutkan kata ‘Bismillaah’ dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuknya, dan 700 tahun dosa akan Ku hapuskan.”
Kemudian bagian keempat dari Nur itu, Aku bagi lagi menjadi empat bagian:
· Dari bagian yang pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsy);
· Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, `Arsy);
· Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat langit lainnya;
· Dan bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian: dari bagian pertama, Aku membuat semua langit; dari bagian kedua, Aku membuat bumi-bumi; dari bagian ketiga, Aku membuat Jinn dan api. Bagian keempatnya Aku bagi lagi menjadi empat bagian: dari bagian pertama, Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam hati mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga, Ku-ciptakan cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad); dan dari bagian keempat, Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad SAW.
· Ruh yang cantik ini diciptakan 360.000 tahun sebelum penciptaan dunia ini.
· Ruh itu dibentuk dengan sangat cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan.
· Kepalanya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati.
· Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah SWT).
· Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan.
· Pipinya dari cinta dan kehati-hatian,
· Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan.
· Kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus.
· Hatinya yang mulia dipenuhi dengan rahman.
· Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalah-Nya dan kualitas kenabiannya dipasang.
· Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh berkah, masyhur dan tinggi di atas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah SWT) yang murni dan suci.

Dua belas Tabir {12 Bulan, 12 Rabiul Awal, 12 suku, 12 Menunjukkan Penuntasan}

Sesudah itu Allah SWT menciptakan dua belas tabir.
Pertama adalah Tabir Kekuatan di mana Ruh Nabi SAW bermukim (tinggal) selama 12.000 tahun, membaca Subhana rabbi al-’ala (Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi).
Kedua adalah Tabir Kebesaran di mana dia ditutupi selama 11.000 tahun, mengucapkan, Subhanal ’Alim ul-Hakim (Maha Suci Rabb-ku, Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana).
Dia dipingit selama 10.000 tahun dalam Tabir Kebaikan, mengucapkan Subhana man huwa da’im, la yaqta (Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Abadi, Yang Tidak Berakhir).
Tabir keempat adalah Tabir Rahman, di situ ruh mulia itu tinggal selama 9.000 tahun, memuja Allah SWT dengan mengucapkan, Subhana-rafi’-al-`ala (Maha Suci Rabb-ku Yang Ditinggikan, Maha Tinggi).
Tabir kelima adalah Tabir Nikmat, dan di situ ruh tinggal selama 8.000 tahun, mengagungkan Allah SWT dengan mengucapkan, Subhana man huwa qa’imun la yanam. (Maha Suci Rabb-ku Yang Selalu Ada, Yang Tidak Tidur).
Tabir keenam adalah Tabir Kemurahan; di mana dia tinggal selama 7.000 tahun, memuja, Subhana-man huwal-ghaniyu la yafqaru (Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Kaya, Yang Tidak Pernah Menjadi Miskin).
Kemudian diikuti tabir ketujuh, Tabir Kedudukan. Di sini ruh yang tercerahkan itu tinggal selama 6.000 tahun, memuja Allah SWT dengan mengucapkan, Subhana man huwal Khaliq-an-Nur (Maha Suci Rabb-ku Maha Pencipta, Sang Cahaya).
Berikutnya, Dia menyelimutinya dengan tabir kedelapan, Tabir Petunjuk di mana dia tinggal selama 5.000 tahun, memuja Allah SWT dan berkata, Subhana man lam yazil wa la yazal. (Maha Suci Rabb-ku Yang Keberadaan-Nya Tak Pernah Berhenti, Yang Tidak Musnah).
Kemudian diikuti tabir kesembilan, yaitu Tabir Kenabian di mana dia tinggal selama 4.000 tahun, mengagungkan Allah SWT dengan mengucapkan, Subhana man taqarrab bil-qudrati wal-baqa. (Maha Suci Rabb-ku yang Mengajak Dekat dengan Maha Kuat dan Maha Langgeng).
Kemudian datang Tabir Keunggulan, tabir kesepuluh di mana ruh yang tercerahkan ini tinggal selama 3.000 tahun, membaca puji-pujian untuk Pencipta dari Semua Sebab, mengucapkan, Subhana dzil-’arsyi ‘amma yasifun. (Maha Suci Rabb-ku Pemilik Singgasana Di atas Semua Karakter Yang Dilekatkan Kepada-Nya).
Tabir kesebelas adalah Tabir Cahaya. Di sana dia tinggal selama 2.000 tahun, berdo`a, Subhana dzil-Mulk wal-Malakut. (Maha Suci Rabb-ku Maha Raja semua Kerajaan Langit dan Bumi).
Tabir kedua belas adalah Tabir Intervensi (Syafa’at), dan di sana dia tinggal selama 1.000 tahun, mengucapkan, Subhana-rabbi al-’azhim (Maha Suci Rabb-ku, Maha Anggun).

Penciptaan AHMAD SAW Tercinta
Setelah itu Allah SWT menciptakan sebuah pohon yang dikenal sebagai Pohon Kepastian.
· Pohon ini memiliki empat cabang. Dia menempatkan ruh yang diberkahi tadi pada salah satu cabang, dan dia terus menerus memuja Allah SWT selama 40.000 tahun, mengucapkan, Allahu dzul-Jalaali wal-Ikram. (Allah SWT, Pemilik Keperkasaan dan Kebaikan).
· Setelah dia memuja-Nya dengan cara demikian itu, dengan pepujian yang banyak dan beragam, Allah SWT menciptakan sebuah cermin, dan Dia meletakannya sedemikian hingga menghadap ruh Habibullah, dan memerintahkan ruh tersebut untuk memandangi cermin itu.
· Ruh itu melihat ke dalam cermin dan melihat dirinya terpantul sebagai pemilik bentuk yang paling cantik, indah dan sempurna.
· Dia kemudian membaca lima kali, Syukran lillahi ta’ala (terima kasih kepada Allah SWT, Maha Tinggi Dia), dan tersungkur dalam posisi sujud di hadapan Rabb-nya. Dia tetap bersujud seperti itu selama 100 tahun, mengucapkan Subhanal-aliyyul- azhim, wa la yajhalu. (Maha Suci Rabb-ku Maha Tinggi, Maha Anggun, Yang Tidak Mengabaikan Apapun); Subhanal-halim alladzi la yu’ajjalu. (Maha Suci Rabb-ku Maha Toleran, Yang Tidak Tergesa-gesa) ; Subhanal-jawad alladzi la yabkhalu. (Maha Suci Rabb-ku Maha Pemurah Yang Tidak Pelit).
· Karena itulah Penyebab (adanya) makhluk mewajibkan ummat Muhammad SAW untuk melakukan sujud (sajda) lima kali dalam sehari – lima shalat - dalam kurun waktu siang hingga malam. Ini adalah sebuah hadiah kehormatan bagi ummat Muhammad SAW.

Dari Nur Muhammad SAW
Berikutnya Allah SWT menciptakan sebuah lampu jamrud hijau dari Cahaya,
· dan dilekatkan pada pohon tadi, melalui seuntai rantai cahaya.
· Kemudian Dia menempatkan ruh Muhammad SAW di dalam lampu itu dan memerintahkannya untuk memuja Dia dengan Nama Paling Indah (Asma al-Husna).
· Perintah itu dilakukannya, dan dia mulai membaca setiap satu dari Nama itu selama 1.000 tahun. Ketika dia sampai kepada Nama ar-Rahman (Maha Kasih), pandangan ar-Rahman jatuh kepadanya dan ruh itu mulai berkeringat karena kerendahan hatinya.
· Tetesan keringat jatuh dari dirinya, setiap tetes beraroma mawar berubah menjadi ruh seorang nabi menjadi nabi dan rasul.
· Mereka semua berkumpul di sekitar lampu di pohon itu, dan Allah Azza wa Jalla berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “Lihatlah! Ini sejumlah besar nabi yang Aku ciptakan dari tetesan keringatmu yang menyerupai mutiara.”
· Mematuhi perintah itu, dia memandangi mereka, dan ketika cahaya mata itu menyentuh/menyinari objek tersebut, maka ruh para nabi itu sekonyong-konyong tenggelam dalam Nur Muhammad SAW, dan mereka berteriak, “Ya Allah, siapa yang menyelimuti kami dengan cahaya?”
· Allah SWT menjawab mereka, “Ini adalah Cahaya dari Muhammad SAW Kekasih-Ku, dan jika kalian akan beriman kepadanya dan menegaskan risalah kenabiannya, Aku akan menghadiahkan kepada kalian kehormatan berupa kenabian.”
· Dengan itu, semua ruh para nabi itu menyatakan iman mereka kepada kenabiannya, dan Allah SWT berkata, “Aku menjadi saksi terhadap pengakuanmu ini,” dan mereka semua setuju. Sebagaimana disebutkan di dalam al Quran yang Suci:
Dan ketika Allah SWT bersepakat dengan para nabi itu : Bahwa Aku telah memberi kamu Kitab dan Kebijakan; kemudian akan datang kepadamu seorang Rasul yang menegaskan kembali apa-apa yang telah apa padamu–kamu akan beriman kepadanya dan kamu akan membantunya; apa kamu setuju? Dia berkata. Dan apakah kamu menerima beban-Ku kepadamu dengan syarat seperti itu. Mereka berkata, ‘Benar kami setuju.’ Allah SWT berkata, ‘Bersaksilah demikian, dan Aku akan bersama kamu di antara para saksi.’
(Ali Imran, 3:75-76)
· Kemudian ruh yang murni dan suci itu kembali melanjutkan bacaan Asma ul-Husna lagi.
· Ketika dia sampai kepada Nama al-Qahhar, kepalanya mulai berkeringat sekali lagi karena intensitas dari al- Qahhar itu, dan dari butiran keringat itu Allah SWT menciptakan ruh para malaikat yang diberkati.
· Dari keringat pada mukanya, Allah SWT menciptakan Singgasana dan Hadirat Ilahiah, Kitab Induk dan Qalam, matahari, rembulan dan bintang -bintang.
· Dari keringat di dadanya, Dia menciptakan para ulama, para syuhada dan para mutaqin.
· Dari keringat pada punggungnya dibuatlah Bayt-al-Ma’mur (rumah surgawi), Kabatullah (Ka’bah), dan Bayt-al-Muqaddas (Haram Jerusalem), dan Rawdha-i-Mutahharah (kuburan Nabi Suci SAW di Madinah), begitu juga semua mesjid di dunia ini.
Dari keringat pada alisnya dibuat semua ruh kaum beriman, dan dari keringat punggung bagian bawahnya (sulbi, coccyx) dibuatlah semua ruh kaum tak-beriman, pemuja api dan pemuja patung.
Dari keringat di kakinya dibuatlah semua tanah dari timur ke barat, dan apa-apa yang berada di dalamnya. Dari setiap tetes keringat itulah ruh orang beriman atau tak-beriman dibuatnya. Itulah sebabnya Nabi Suci SAW disebut juga sebagai “Abu Arwah”, Ayah para Ruh. Semua ruh ini berkumpul mengelilingi ruh Muhammad SAW, berputar mengelilinginya dengan puji-pujian dan pengagungan selama 1.000 tahun; kemudian Allah SWT memerintahkan ruh-ruh itu untuk memandang ruh Muhammad SAW. Ruh-ruh tersebut mematuhinya.

Siapa Memandang kepada Ruh Muhammad SAW
Nah, di antara mereka yang pandangannya jatuh pada kepalanya ditakdirkan menjadi raja dan kepala negara di dunia ini. Mereka yang memandang pada dahinya menjadi pemimpin yang adil. Mereka yang memandang matanya akan menjadi hafiz Kalimat Allah SWT (yaitu seorang yang memegangnya ke dalam ingatannya). Mereka yang memandang alisnya akan menjadi pelukis dan artis. Mereka yang memandang telinganya akan menjadi orang yang menerima peringatan dan nasihat. Mereka yang melihat pipinya yang penuh berkah menjadi pelaksana karya yang bagus dan pantas. Mereka yang melihat mukanya menjadi hakim dan pembuat wewangian, dan mereka yang melihat bibirnya yang penuh berkah menjadi menteri.
Barang siapa melihat mulutnya akan menjadi orang yang banyak berpuasa. Barangsiapa yang melihat giginya akan menjadi kelihatan bagus/cantik, dan siapa yang melihat lidahnya akan menjadi utusan/duta raja-raja. Barang siapa melihat tenggorokannya yang penuh berkah akan menjadi khatib dan mu’adzin (yang mengumandangkan adzan). Barang siapa memandang janggutnya akan menjadi pejuang di jalan Allah SWT. Barang siapa memandang lengan atasnya akan menjadi seorang pemanah atau pengemudi kapal laut, dan barang siapa melihat lehernya akan menjadi usahawan dan pedagang.
Siapa yang melihat tangan kananya akan menjadi seorang pemimpin, dan siapa yang melihat tangan kirinya akan menjadi seorang pembagi (yang menguasai timbangan dan mengukur catu kebutuhan hidup). Siapa yang melihat telapak tangannya menjadi seorang yang gemar memberi; siapa yang melihat belakang tangannya akan menjadi kolektor. Siapa yang melihat bagian dalam dari tangan kanannya menjadi seorang pelukis; siapa yang melihat ujung jari tangan kanannya akan menjadi seorang kaligrafer, dan siapa yang melihat ujung jari tangan kirinya akan menjadi seorang pandai besi.
Siapa yang melihat dadanya yang penuh berkah akan menjadi seorang terpelajar, meninggalkan keduniaan (zuhud) dan berilmu. Siapa yang melihat punggungnya akan menjadi seorang yang rendah hati dan patuh pada hukum syariat. Siapa yang melihat sisi badanya yang penuh berkah akan menjadi seorang pejuang. Siapa yang melihat perutnya akan menjadi orang yang puas, dan siapa yang melihat lutut kanannya akan menjadi orang yang melaksanakan ruku dan sujud. Siapa yang melihat kakinya yang penuh berkah akan menjadi seorang pemburu, dan siapa yang melihat telapak kakinya menjadi orang yang suka bepergian. Siapa yang melihat bayangannya akan mejadi penyanyi dan pemain saz (lute). Semua yang memandang tetapi tidak melihat apa-apa akan menjadi kaum tak-beriman, pemuja api dan pemuja patung. Mereka yang tidak memandang sama sekali akan menjadi orang akan menyatakan bahwa dirinya adalah tuhan, seperti Namrud, Fir’aun dan sejenisnya.
Kini semua ruh itu diatur dalam empat baris.
· Di baris pertama berdiri ruh para nabi dan rasul,
· Di baris kedua ditempatkan ruh para orang suci, para sahabat Allah SWT;
· Di baris ketiga berdiri ruh kaum beriman, laki-laki dan perempuan;
· Di baris keempat berdiri ruh kaum tak-beriman.
Semua ruh ini tetap berada dalam dunia ruh di Hadirat Allah SWT sampai waktu mereka tiba untuk dikirim ke dunia fisik.
Tidak seorang pun tahu kecuali Allah SWT yang tahu berapa selang waktu dari waktu diciptakannya ruh penuh berkah Nabi Muhammad SAW sampai diturunkannya dia dari dunia ruh ke bentuk fisiknya itu.
Diceritakan bahwa Nabi Suci Muhammad SAW bertanya kepada Malaikat Jibril AS ,
· “Berapa lama sejak engkau diciptakan?”
· Malaikat itu menjawab, “Ya Rasulullah SAW, aku tidak mengetahui jumlah tahunnya, yang aku tahu bahwa setiap 70.000 tahun seberkas cahaya gilang gemilang menyorot keluar dari belakang kubah Singgasana Ilahiah; sejak waktu saya diciptakan cahaya ini muncul 12.000 kali.”
· “Apakah engkau tahu apakah cahaya itu?” tanya Muhammad SAW.
· “Tidak, aku tidak tahu,” malaikat itu berkata. “Itu adalah Nur ruhku dalam dunia ruh,” jawab Nabi Suci SAW. Pertimbangkanlah kemudian, berapa besar jumlah itu, jika 70.000 dikalikan 12.000!

Wa min Allah at tawfiq

Sumber:
Muhammad SAW: The Messenger of Islamin Ottoman Turkish by Hajjah Amina Adil

Jadilah Cermin Yang Memantulkan

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Bumi tak memiliki cahaya sendiri, namun dengan pantulan dari cahaya matahari dia menerangi rembulan, dan walaupun bumi tak mampu memegangi planet besar di orbitnya dia tetap mampu memegang bulan. Hendaknya kalian mengambil kebijaksanaan dari teladan ini. Bahkan bila kalian belum sempat diberi kekuatan untuk bersinar, cobalah untuk menjadi cermin, untuk memantulkan cahaya-cahaya tersebut. Hanya karena kalian belum dapat menjadi alat bagi pemandu orang banyak, bukanlah berarti kalian tak dapat mempengaruhi beberapa orang dan membantu mereka kepada tarekat.

Berlakulah seikhlas mungkin terhadap orang-orang, maka cahaya sufi mungkin datang kepada kalian dan melewati kalian. Dan janganlah berputus asa bila hanya sedikit orang yang tertarik, atau bahkan bila hanya seorang saja yang terpengaruh dengan kehadiran kalian di tengah masyarakat. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang membimbing satu orang kepada kebenaran, telah memiliki lebih baik dari alam semesta beserta isinya, karena dia telah memiliki kesenangan Rabb-Nya".

Kumpul Blogger